Jumat, 22 Januari 2016

Karya tulis tentang lingkungan Pendidikan, Sosial, Ekonomi dan Politik



Terima kasih kepada sobat semua yang telah mau membuka dan membaca blog saya ini, kali ini saya akan memberikan karya tulis saya tentang lingkungan Pendidikan, Sosial, Ekonomi, dan Politik berdasarkan pengalaman saya dari waktu saya SD sampai kepada Perguruan Tinggi saat ini. Kita langsung saja, selamat membaca dan semoga bermanfaat.

Lingkungan Pendidikan

Pengaruh  Globalisasi terhadap dunia Pendidikan
Perkembangan dunia pendidikan di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari pengaruh perkembangan globalisasi, di mana ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat. Era pasar bebas juga merupakan tantangan bagi dunia pendidikan Indonesia, karena terbuka peluang lembaga pendidikan dan tenaga pendidik dari mancanegara masuk ke Indonesia. Untuk menghadapi pasar global maka kebijakan pendidikan nasional harus dapat meningkatkan mutu pendidikan, baik akademik maupun non-akademik, dan memperbaiki manajemen pendidikan agar lebih produktif dan efisien serta memberikan akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk mendapatkan pendidikan.
.           Pengaruh era globalisasi juga memiliki dampak positif dan negatif sebagai berikut:
Pengaruh positif:

 Kemajuan teknologi akibat pesatnya arus globalisasi, merubah pola pengajaran pada dunia pendidikan. Pengajaran yang bersifat klasikal berubah menjadi pengajaran yang berbasis teknologi baru seperti internet dan komputer. Pada jaman saya dulu, guru menulis dengan sebatang kapur, sesekali membuat gambar sederhana atau menggunakan suara-suara dan sarana sederhana lainnya untuk mengkomunikasikan pengetahuan dan informasi. Sekarang sudah ada komputer. Sehingga tulisan, film, suara, music, gambar hidup, dapat digabungkan menjadi suatu proses komunikasi. Bahkan tanpa harus bertatap muka secara langsung pun sudah dapat melakukan proses belajar mengajar melalui teknologi yang ada pada saat ini yang begitu canggih.
Pengaruh negatif:
             Era globalisasi mengancam kemurnian dalam pendidikan. Banyak didirikan sekolah-sekolah dengan tujuan utama sebagai media bisnis. Perusahaan pendidikan menandai pendekatan kembali ke masa depan. Salah satu ciri utamanya ialah semangat menguji murid ala Victoria yang bisa menyenangkan Mr. Gradgrind dalam karya Dickens. Perusahaan-perusahaan ini harus membuktikan bahwa mereka memberikan hasil, bukan hanya bagi murid, tapi juga pemegang saham.
             Dunia maya selain sebagai sarana untuk mengakses informasi dengan mudah juga dapat memberikan dampak negative bagi siswa. Terdapat pula, Aneka macam materi yang berpengaruh negative bertebaran di internet. Misalnya: pornografi, kebencian, rasisme, kejahatan, kekerasan, dan sejenisnya. Berita yang bersifat pelecehan seperti pedafolia, dan pelecehan seksual pun mudah diakses oleh siapa pun, termasuk siswa. Barang-barang seperti viagra, alkhol, narkoba banyak ditawarkan melalui internet. Misalnya ada diberitakan salah seorang siswi SMA pergi meninggalkan sekolah demi menemui seorang lelaki yang dia kenal melalui situs pertemanan “facebook”. Hal ini sangat berbahaya pada proses belajar mengajar.
Mesin-mesin penggerak globalisasi seperti computer dan internet dapat menyebabkan kecanduan pada diri siswa ataupun guru. Sehingga guru ataupun siswa terkesan tak bersemangat dalam proses belajar mengajar tanpa bantuan alat-alat tersebut.

Lingkungan Sosial
            Dengan adanya Era Globalisasi yang telah mengkikis budaya asli bangsa indonesia, seperti semangat gotong royong dan kesetia kawanan. Budaya tersebut telah digantikan dengan budaya dari luar negri seperti materialisme dan indifidualisme. Budaya tersebut jelas tidak cocok dengan sifat Sali bangsa indonesia. Peristiwa tersebut menunjukan sebagian dari dampak negatif dari perubahan sosial yang terjadi saat ini. Jika hal ini tidak segera ditanggulangi tidak menutup kemungkinan perubahan sosial dan budaya bukannya akan mengarah pada suatu kemajuan justru menuju pada suatu kemunduran. Maka dari itu diperlukan cara agar dapat mengatasi atau menanggulangi masalah tersebut.  Hal ini pula yang mendorong saya untuk mengadakan penelitian mengenai perubahan sosial budaya pada masyarakat agar dapat menemukan solusi dari masalah yang ditimbulkan karena perubahan sosial budaya yang terjadi saat ini.

Lingkungan Ekonomi
            Pada jaman sekarang ini tidak ada yang tidak mengenal internet dimana pun berada kita dapat mengakses internet, dengan adanya kemajuan jaman sangat berpengaruh sekali pada kehidupan sehari hari bahkan sangat berpengaruh juga pada kehidupan ekonomi masyarakat. Pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat kita akses kapan saja dan dimana saja, seperti halnya di Indonesia dimana banyak sekali pembangunan yang terjadi di Negara kita, dengan perkembangan teknologi yang ada banyak orang yng menciptakan lapangan pekerjaannya sendiri melalui situs-situs online yang ada sehingga dapat memajukan perkembangan nilai ekonomi kita.

Lingkungan Politik
            Kehidupan politik tidak lepas dari para pejabat kita saat ini dimana disatu sisi, masyarakat mengharapkan pemerintah, dalam hal ini perindustrian dan dunia usaha, menghadirkan produk lokal berkualitas tanpa meninggalkan kebutuhan terhadap produk impor. Disisi lain, produk-produk impor yang telah membanjiri pasar nasional memiliki tingkat harga bersaing dengan produk lokal. Berbagai upaya telah dilakukan baik oleh pemerintah maupun kalangan industri dan dunia usaha untuk memecahkan masalah ini. Namun, pada kenyataannya, langkah yang dilakukan kurang optimal dan belum mengakar. Pendekatan yang dilakukan selama ini mengetengahkan pemerintah mengusung kemitraan perusahaan lokal dengan perusahaan luar negeri. Langkah kerjasama pun dilakukan dengan membenahi sekaligus memperbaharui sistem manajemen pemasaran. Misalnya, memberi penghargaan terhadap perusahaan kecil yang memiliki komitmen berproduktivitas ekspor sehingga layak menjadi percontohan industri lain. Bahkan memberikan label standar atau bermutu ekspor bagi produk barang dan jasa agar dikenal masyarakat luas. Kelihatannya, keterlibatan masyarakat sebagai pelaku konsumen produk barang dan jasa sedikit terabaikan. Logika politik setidaknya menjelaskan bahwa masyarakat memiliki “kekuasaan” dalam menentukan pandangan mutu produk barang dan jasa di pasar. Secara teoritis, demokrasi pasar tergantung dari jumlah ketergantungan masyarakat yang kemudian menentukan posisi produk barang atau jasa di pasar. Dengan begitu, materi (baca: produk) bukan lagi menjadi obyek melainkan subyek yang mengatur hasrat naluriah kepuasan akan kebutuhan konsumen. Inilah dasar filosofis kecintaan manusia yang terikat pada penghargaan terdalam terhadap pencitraan nilai sebuah materi. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar